Pusat Sablon Jalan Suci Dikenal di Nusantara
Kota Bandung terkenal dengan industri kreatifnya. Wisatawan-wisatawan di Nusantara sudah mengenal kota kreatif ini. Kreativitas budaya sering muncul dari Bandung. Industri kreatif juga mulai muncul dari Kota Bandung. Semua kreativitas itu muncul karena warganya yang selalu membangun nuansa baru. Sesuatu karya yang berbeda dengan daerah lainnya.
Dalam membangun kreativitas ini, untungnya Pemerintah Kota selalu memberi dorongan untuk lebih mengembangkannya lagi. Wisatawan sudah pada mengenal industri kreatif yang ada di Kota Bandung. Bahkan, produknya sudah sampai ke wilayah Asean. Karena itu tidak heran jika wisatawan di Asean selalu mengunjungi Kota Bandung.
Salah satu pusat industri kreatif di Kota Bandung, ada di Jl. Suci atau Jl. PHH Mustapha. Di sepanjang jalan ini kini tumbuh industri kreatif-Sablon. Menurut salah seorang pelopornya, H. S. Sunarto Sasmito, waktu mulai dengan usaha sablon tahun 1980, baru dua tiga orang saja yang membuka usaha ini.
Tetapi lama-kelamaan, muncul pula orang lain yang berusaha yang sama. Hingga kini, orang yang berusaha sablon di kawasan Jl. Suci ini sudah lebih dari 300 orang. “Untungnya, kegiatan usaha kami ini mendapat perhatian Walikota Bandung dan jajarannya. Karena pesat perkembangan usaha sablon ini, Pemerintah Kota meminta agar kami mendirikan koperasi. Kami harus ada dalam satu wadah koperasi. Hanya sayang koperasi ini tak begitu berkembang sebagaimana diharapkan”, ujar H. S. Sunarto kepada Tabloid Infowisata.
Setiap usaha sablon memiliki kapasitas produksi yang berbeda. Ada yang menjadi tukang jahit, maklun. H. Sunarto sendiri memiliki 4 usaha sablon dengan kapasitas produksi mencapai 20.000 potong kaos oblong dengan sablon berdasarkan keinginan pemesan. penjahit kemeja
Usaha industri kreatif sablon di Jl. Suci ini sudah dikenal di Nusantara. Semua warga di Nusantara selalu memesan kaos oblong yang disablon ke kawasan Jl. Suci. “Sampai orang dari Irian pun selalu memesan kaos oblong yang disablon dari Jl. Suci”, ujar H. Sunarto yang jebolan Institut Teknologi Surabaya (ITS) jurusan arsitektur.
Ia menguraikan riwayat usahanya. Sejak usia SMA, sudah mulai usaha. Ini berarti pada usaia 16 tahun, ia sudah mampu mandiri. Keuletannya itu berlanjut dan kebetulan jurusan akademik yang dilaluinya, sejalan dengan usahanya yang sekarang.
Berbicara tentang kesejahteraan para pegawainya, ia mengemukakan, sudah lebih dari cukup dengan bayaran mingguan dan bagi setarap manajemen seperti marketing, mendapat gaji bulanan. Ia sendiri menilai perkembangan usaha sablon ini demikian pesat. Jika dilihat secara fisik, semua sejahtera
Post a Comment for "Pusat Sablon Jalan Suci Dikenal di Nusantara"